INTERMEZO
6 Kesalahan Yang Justru Membuat Karyawan Meninggalkan Anda, BOS Wajib Baca!
6 Kesalahan Yang Justru Membuat Karyawan Meninggalkan Anda, BOS Wajib Baca!

Pimpinan acap kali mengeluh akibat ditinggalkan karyawan terbaiknya. Hal ini sudah pasti menjadi masalah tersendiri bagi si “manajer”. Karena untuk mencari karyawan yang disiplin, tekun, ulet itu bukan perkara yang gampang. Pasalnya untuk menemukan sosok berkualitas membutuhkan waktu yang cukup lama.

Manajer sendiri seringkali menyalahkan karyawan lain sebagai penyebab utama resignnya. Padahal inti dari permasalahan, justru ada pada pimpinan itu sendiri. Sebelum Anda berpikir bahwa perusahaan sebagai faktor utama, cobalah mengintrospeksi diri terlebih dahulu. Jangan-jangan Andalah akar permasalahan utamanya.

Nah, hal seperti ini sebenarnya bisa di hindari, tapi terlebih dahulu simak 6 kesalahan yang sering di lakukan manajer, sehingga kedepannya bisa menghindari dan tetap menikmati kualitas kerja karyawan Anda.

Kesalahan-Kesalahan Manajer Yang Membuat Karyawan Memilih Meninggalkan Anda dan Pekerjaannya

1. Tidak Memedulikan Karyawannya

Mereka yang memilih hengkang dari perusahaan dan meninggalkan manajernya rata-rata karena tidak ada hubungan baik antar karyawan. Manajer tidak bisa memberikan keseimbangan antara kehidupan professional dan sosial. Karena tidak adanya komunikasi yang baik selama 8 jam kerja, untuk mendapat kesempatan bekerja samapun sangatlah sulit. Hal itulah yang membuat karyawan menjadi bosan mendengar bos hanya peduli dengan PRODUKTIVITAS semata dan tidak memedulikan hal-hal penting lainnya.

2. Mencederai Komitmen

Ketika pimpinan menyatakan komitmen, sudah seharusnya anda menunjukkan jiwa kepemimpinan Anda. Kenapa? karena denga begitu Anda bisa mendapatkan kepercayaan dari mereka.Jangan hanya memberikan janji tapi tidak ditepati, terlebih Anda adalah pimpinan perusahaan tersebut. Jadilah panutan untuk karyawanmu jangan sampai mencederai komitmen yang sudah dibuat, karena itu hanya akan membuat karyawan meninggalkan Anda dan pekerjaannya.

3. Tidak Adanya Reward Prestasi Kerja

Adakalanya karyawan sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan goal yang diberikan perusahaan, tapi tidak dihargai sama sekali. Bagaimana perasaan Anda jika berada di posisi tersebut? Tentu sangat mengecewakan. Kesalahan seperti inilah yang sering terjadi karena tidak ada nya apresiasi kerja untuk menambah motivasi dan semangat karyawan. Nah, jika Anda sebagai manajer sudah merasa berada di posisi seperti ini, sudah sebaiknya anda menyiapkan gift untuk apreasiasi kerja sehingga keproduktifan karyawan tetap terjaga. Lantas, gift seperti apasih yang cocok untuk karyawan Anda… Tanyakan cera aja!

Kenapa #TanyaCera ? Karena dengan platform baru ceraproduction.com, banyak sekali fitur yang mempermudah anda untuk menemukan setiap souvenir sebagai apresiasi kerja karyawan.

4. Memilih Orang Yang Salah

Menggantikan posisi karyawan terbaik yang naik jabatan setelah peforma kerja yang di apresiasi pimpinan berkat keuletannya memanglah benar, tetapi ketika anda ingin menggantikan posisi yang di tinggalkan jangan sampai terperangkap kedalam lubang yang salah dengan merekrut karyawan yang posisinya justru lebih layak dibawah posisi yang di tempati sekarang. Pasalanya, ketika kamu salah merekrut karyawan sudah pasti yang lainnya akan kehilangan motivasi dan semangat untuk bekerja. Jadi, pastikan kamu merekrut karyawan yang memang layak untuk menempati posisi tersebut.

5. Membatasi Passion

Memberikan kesempatan untuk berkembang dengan passionnya sendiri sebenarnya akan menambah keproduktifan karyawan serta kepuasan bekerja di perusahaan tersebut. Namun, terkadang banyak manajer yang membatasi hal tersebut karena ketidakinginannya manajer menghancurkan fokus mereka yang nantinya dapat mengakibatkan turun produktivitas menurun.

“ Orang yang memiliki passion tinggi orang yang cocok jadi rekan kerja Anda “

Sebuah penelitian dengan judul Happiness and Productivity yang dilakukan oleh Andrew J. Oswald, Eugenio Proto, and Daniel Sgroi di tahun 2014. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa.

“ Individu yang bahagia memiliki produktivitas yang tinggi, dan sebaliknya individu yang kurang bahagia memiliki prodktivitas yang rendah “

Jadi jangan batasi passion karyawan mu jika Anda tidak mau ditinggalkan.

6. Gagal Mengembangkan Keterampilan Karyawan

Percuma jika anda memiliki karyawan yang cerdas, terampil dan mandiri jika pimpinannya saja tidak bisa mengelola bawahannya dengan baik. Jadi, pintar-pintarlah mengelola bawahanmu karena karyawan dengan tipe seperti diatas akan memperhatikan, mendengarkan dan selalu memberikan feedback. Carilah dimana skill mereka kemudian kembangkan sehingga berdampak positif pada perusahaan.

“ Karyawan yang pintar itu selalu menginginkan feedback “

Sekali Anda tidak peka dengan hal seperti ini maka karyawan Anda hanya akan memberikan surat kedalam ruangan dan berkata; terima kasih atas kesempatan yang diberikan pak, selamat siang. RESIGN!!!

Intinya jika anda sebagai pimpinan benar-benar menginginkan orang terbaik tetap bersama dan menjadi rekan kerja yang luar biasa untuk mengembangkan perusahaan, mulailah belajar bagai mana semestinya memperlakukan bawahan. Buatlah karyawanmu selalu termotivasi dan semangat bekerja.