INTERMEZO
Apa Sih Bedanya Marketing, Selling, & Branding? Simak 6 Hal Ini
Apa Sih Bedanya Marketing, Selling, & Branding? Simak 6 Hal Ini

Dalam keseharian kita tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah Marketing, Selling dan Branding. Sayangnya banyak orang yang belum bisa membedakan ketiganya sehingga seringkali penggunaannya tertukar atau disamaratakan. Untuk itu kali ini kami akan mencoba membahas cara mudah membedakan Marketing, Selling dan Branding disertai implementasi ketiganya pada media berupa souvenir perusahaan.

Sebagai orang-orang yang bergelut di dunia bisnis ataupun pemasaran, kita dituntut untuk bisa memajukan bisnis atau perusahaan yang kita jalankan. Melakukan aktifitas marketing, selling dan branding adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan. Sepintas ketiganya terlihat sama dan dapat dilakukan bersamaan. Namun ternyata ketiganya memiliki beberapa perbedaan yang membuat kita harus fokus mejalankan satu aktivitas dalam satu waktu untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Mengutip dari apa yang pernah di sampaikan seorang pakar Branding di Indonesia, Subiakto Priosoedarsono dalam salah satu webinarnya. Berikut adalah 6 hal kunci yang membedakan Marketing, Selling dan Branding:

1. Dari Objective atau tujuannya

Marketing : aktivitas marketing memiliki tujuan akhir yakni meningkatkan market share atau pangsa pasar perusahaan, jadi jika hari ini perusahaan hanya memiliki 10% pangsa pasar maka kita perlu melakukan aktivitas marketing agar pangsa pasar perusahaan kita meningkat.

Selling : Tujuan dari aktivitas selling adalah omzet atau berapa unit yang terjual, sehingga konten dan hal-hal yang dilakukan pada aktivitas itu harus membuat orang mau membeli

Branding : aktivitas dalam branding bertujuan untuk memberikan Jati Diri Konsumen terhadap brand kita.

 

2. Manfaat

Marketing : Manfaat yang ditawarkan dalam aktivitas marketing adalah manfaat yang berbentuk fisik yakni produk perusahaan itu sendiri

Selling : Dalam aktivitas selling sudah jelas bahwa seringkali yang kita tawarkan juga berupa hal fisik seperti kualitas produk, fungsi produk dan sebagainya

Sementara dalam branding yang ditawarkan adalah aspek nonfisik seperti Ikatan Emosional, presepsi dan sebagainya

 


Baca Juga :

Tips Marketing Online Untuk Perusahaan B2B

4 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Tim PR dan Marketing Sebelum Promosi


 

3. Yang Diperoleh Konsumen

Dalam aktivitas marketing dan Selling kita berbicara tentang “Konsumen Mendapatkan Apa” tentu saja apa disini merujuk pada barang atau produk yang dijual. Sementara dalam aktivitas Branding kita berbicara tentanng “Konsumen Menjadi Apa”.

Contoh sederhananya dalam jam tangan merek Rolex. Dalam aktivitas marketing dan selling maka yang kita bicarakan adalah tentang kualitas bahan, ketahanan dan desain jam tangan tersebut.

Namun di dalam branding kita akan bicara bahwa jam tangan Rolex adalah lambang kesuksesan. Sehingga banyak orang yang sudah sukses dan atau orang yang ingin di presepsikan sebagai orang sukses membeli jam tangan tersebut. Itulah, maksud dari “konsumen menjadi apa”.

 

4. Goal

Goals yang ingin dicapainya, aktivitas marketing adalah Demand (permintaan) sehingga cara atau kegiatan yang dilakukan dalam aktivitas marketing adalah usaha-usaha untuk merangsang kebutuhan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Sementara dalam Selling goals yang ingin dicapai hanya sampai pada tahap Clossing penjualan.

Lain lagi dalam branding, goals yang ingin dicapai adalah Loyalitas konsumen. Sehingga Pak Bie, sapaan akrab Pak Subiakto pun memperkuat statement ini dengan mengatakan bahwa jika Marketing dan Selling itu menciptakan pembeli maka Branding itu menciptakan pelanggan.

 

5. Waktu

Dari segi waktu, aktivitas marketing memerlukan jangka waktu pengerjaan yang panjang. Mulai dari merangsang kebutuhan, mengedukasi pasar sebelum akhirnya bisa mencapai tujuan peningkatan market share.

Sementara aktivitas Selling, biasanya hanya dilakukan dengan jangka waktu yang cukup pendek mulai dari hitungan jam hingga biasanya maksimal satu bulan. Contohnya program diskon atau bonus.

Branding lain lagi, jangka waktu untuk membangun sebuah brand membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Branding dibangun melalui pengalaman-pengalaman yang dialami secara berulang sehingga membekas dalam ingatan dan benak konsumen.

 

6. Asset

Aktivitas marketing menghasilkan sebuah Tangible Aset, atau aset yang dapat terlihat secara fisik. Seperti database pembeli potensial, market share dan sebagainya.

Begitupun dalam aktivitas selling, asset yang digunakan atau didapatkan dapat terlihat secara fisik (Tangibel Asset).

Lain halnya dengan branding, yang kita bangun dan tawarkan ialah asset yang tidak terlihat (Intangible Asset). Kita tidak dapat menyentuh atau melihat brand secara fisik namun ada nilainya.

 

Nah itulah dia 6 perbedaan antara Marketing, Selling dan Branding. Perlu ditegaskan kembali bahwa perbedaan diatas bukan untuk mencari yang mana lebih baik dari ketiganya, karena baik itu Marketing, Selling dan Branding sama-sama dibutuhkan dan harus dilakuakn oleh suatu perusahaan. Tergantung tujuan yang ingin dicapai dan kondisi bisnis yang sedang dijalankan.

Sekarang mari kita lihat bagaimana implementasinya pada penggunaan media. Seperti yang kami tulis sebelumnya bahwa tujuan yang berbeda maka penggunaannya medianya juga berbeda. Mari kita penerapannya pada penggunaan media berupa souvenir perusahaan.

Dalam aktivitas marketing, souvenir perusahaan bisa menjadi tools untuk melakukan penetrasi ke pasar yang baru. Biasanya hal ini dilakukan bersamaan dengan sebuah event. Misalkan seminar, pameran atau sebagainya. Misalkan saja souvenir perusahaan tersebut dijadikan gift atau hadiah untuk menarik interaksi dengan calon konsumen dalam suatu stand pameran.

Dalam aktivitas selling, souvenir perusahaan juga sangat bisa menjadi salah satu amunisi untuk meledakan angka penjualan. Caranya adalah dengan menjadikan souvenir perusahaan sebagai nilai tambah atau bonus dari penjulan. Hal ini sudah banyak dilakukan oleh banyak perusahaan. Mulai dari beli produk bonus gelas, jam dinding, payung dan sebagainya.

Untuk branding sudah jelas, bahwa dengan mengkustomisasi sebuah benda menjadi identik dengan perusahaan kita. Seperti adanya logo dan pemilihan warna yang senada dengan warna perusahaan akan menjadi proses penanaman brand kita dibenak konsumen. Mulai dari souvenir perusahaan yang digunakan di dalam kantor oleh karyawan, diberikan kepada partner bisnis hingga diperuntukan bagi pelanggan setia kita.

Terlebih jika  delivery souvenir perusahaan ini juga dilakukan dengan cara yang berkesan dan memiliki pesan seperti sebagai ungkapan #TerimaKasih, ucapan selamat dan atau sebuah statement tertentu. Maka souvenir perusahaan tersebut bisa bisa dikatakan berhasil menjadi media untuk membuat konsumen merasa “menjadi apa” ketika menggunakan produk perusahaan kita. Seperti tujuan branding yang dijelaskan di atas.

Begitulah perbedaan Marketing, Selling dan Branding hingga contoh bagaimana menggunakan media untuk mencapai ketiganya. Semoga Bermanfaat