strategi manajemen krisis

Belajar Dari Pengalaman Cera Production Dalam Menangani Manajemen Krisis

Perusahaan mengalami isu yang berkembang di masyarakat kemudian menarik perhatian publik. Isu tersebut kemudian semakin berkembang, sebelum berkembang semakin parah seharusnya perusahaan langsung merespon dan mencari solusi penyelesaian.

Namun jika isu terlanjur berkembang dan memiliki dampak krusial terhadap perusahaan harus ada respon perusahaan dengan membuat program-program untuk mengembalikan citra perusahaan kembali normal.

Menengok kembali kasus salah satu maskapai di Indonesia, yang sempat viral dikarenakan adanya himbauan dan larangan untuk tidak mengambil foto dalam kabin. Kasus ini dimulai dari dilaporkannya dua travel vlogger ke polisi dikarenakan memposting foto menu yang ditulis denga  tangan. Buntut dari permasalahan tersebut adalah keluarnya surat edaran himbaun dan larangan untuk tidak mengambil foto dalam kabin.

Kebanyakan masyarakat memberikan reaksi negatif atas surat edaran tersebut. Pengguna media sosial mengaku kecewa dan menganggap maskapai tersebut anti kritik. Tak sedikit masyarakat menyayangkan tindakan yang dilakukan maskapai tersebut dalam menanggulangi krisis.

Selang beberapa hari setelah adanya reaksi masyarakat, maskapai tersebut memberikan pernyataan bahwa surat edaran merupakan internal perusahaan yang belum final dan seharusnya tidak dikeluarkan untuk publik. Selanjutnya, surat edaran tersebut disempurnakan dengan aturan yang membolehkan berfoto bagi penumpang namun tetap menghormati privasi penumpang lain dan peswat yang sedang bertugas.

Namun masalah baru terjadi. Surat edaran yang diterbitkan tanpa menunggu hasil verfikasi dan klarifikasi terlebih dahulu menjadi hal yang tidak mengenakkan di mata publik. Tidak seharusnya maskapai besar gagal dalam mengelola krisis dan memberikan pemahaman kepada publik mengenai hal apa yang sebenarnya terjadi.

“Yang membedakan manajemen baik atau buruk bukan kesalahan atau terkena krisis. Tetapi bagaimana cara perusahaan mengelola krisis”

Strategi Menangani Krisis

Strategi yang diambil dalam menangani krisis seperti ini adalah strategi perubahan reaktif yaitu strategi yang digunakan saat perusahaan atau lembaga beraksi terhadap isu – isu yang memojokkan atau kurang menguntungkan bagi perusahaan. Dimana perusahaan tidak memiliki persiapan jangka panjang dalam menghadapi isu.

Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menangani manajemen krisis diantaranya:

  1. Mengakui bahwa perusahaan telah melakukan kesalahan baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Menerima kritik yang diberikan konsumen dan berjanji untuk lebih baik.
  2. Memberikan press release kepada media untuk menyebarluaskan informasi yang sesungguhnya terjadi apabila ada kesalahpahaman tanpa menghilangkan rasa hormat terhadap konsumen
  3. Memperbaiki inti masalah yang terjadi, jika perusahaan memang melakukan kesalahan yang membuat masyarakat kurang nyaman maka sebaiknya perusahaan segera memperbaiki kesalahan tersebut
  4. Memberikan hadiah, bukti permintaan maaf atau ajakan kerjasama melalui sebuah benda atau merchandise yang menunjukkan perdamaian. Dalam pemberian merchandise, perusahaan secara tidak langsung juga menanamkan citra positif di mata konsumen.

Pengalaman Cera Production Menangani Manajemen Krisis

Sebagai Perusahaan yang menangai lebih dari 200 klien korporat selama lebih dari 5 tahun. Cera juga pernah mengalami krisis serupa. Saat itu terjadi kesalahan dalam produksi blocknote sebanyak 1500 pcs yang telah dipesan salah satu klien kami. Cera dengan cepat menyadari kesalahan tersebut kemudian mengakui dan meminta maaf serta mengganti blocknote dengan yang baru. Selain itu, Cera juga memberikan hadiah berupa merchandise dan harga khusus untuk pemesanan selanjutnya dan melaporkan dengan detil setiap proses produksi.

Hal ini disambut baik oleh klien kami, hingga saat ini kami tetap berhubungan baik dan mereka juga kembali untuk memesan cetak kalender 2020 di Cera Production.