INTERMEZO
Hindari 4 Hal Fatal Ini Agar Presentasimu Sukses
Hindari 4 Hal Fatal Ini Agar Presentasimu Sukses

Melakukan presentasi sudah menjadi kegiatan yang tidak asing saat ini. Baik dalam dunia bisnis, pekerjaan hingga akademik kita pasti pernah atau bahkan seriang dihadapkan pada urusan dimana kita harus melakukan presentasi. Untuk itu kita perlu mempelajari bagaimana caranya melakukan presentasi yang baik.

Bahkan untuk beberapa jenis pekerjaan atau perusahaan, seperti konsultan, arsitek, agensi iklan, dosen, agen asuransi hingga pemasar produk. Presentasi merupakan aktivitas yang sangat menentukan keberhasilan dalam pekerjaan. Sehingga mau tidak mau presentasi menjadi salah satu skill yang wajib dikuasai saat ini.

Dalam definisi liar yang kami simpulkan, Presentasi bisa diartikan sebuah kegiatan untuk menyampaikan informasi, edukasi ataupun hal-hal yang bersifat persuasi seperti menawarkan ide, rencana, hasil kerja, atau sebuah produk tertentu.

Tujuan akhir yang diharapkan dari sebuah presentasi ialah audiens yang menyimak presentasi kita bisa mengerti, paham dan mau melakukan apa yang kita inginkan dalam presentasi. Entah itu membeli, menyepakati, atau mempraktekan sesuatu.

Dari sini kita bisa tarik kesimpulan, bahwa presentasi bisa dikatakan sukses ialah ketika audiens kita menyimak dan kemudian melakukan apa yang kita inginkan.

Menguasai Skill Presentasi,  Jalan Tol Capai Ambisi dan Raih Prestasi

Jika kita lihat, orang atau perusahaan yang pandai melakukan presentasi bisa mengalami peningkatan karir atau bisnis yang sangat cepat. Salah satunya adalah Steve Jobs, pendiri Apple ini dikenal dengan kepiawannya melakukan presentasi. Dalam beberapa launching produk baru Apple, Steve Jobs beberapa kali melakukan presentasi produk dan berhasil memukau audiens. Hasilnya, produk-produk Apple selalu laku keras setelah dia mempresentasikan produk tersebut.

Jika Steve Jobs terlalu jauh, maka mari ambil contoh di sekeliling kita. Temukanlah orang yang saat ini berada posisi karir yang baik atau bisnis yang melesat. Lalu tanya atau dengarkan langusng bagaimana ia melakukan presentasi. Kami jamin sebagian besar dari mereka pasti memiliki skill presentasi yang baik.

Bagaimana tidak? dengan menguasai skill presentasi, ide atau gagasan, produk, strategi yang Anda tawarkan bisa lebih mudah dipahami dan menarik hati para pendengarnya. Dengan presentasi yang baik, atasan atau klien Anda akan lebih mudah menerima usul atau penawaran Anda. Calon customer akan tertarik untuk membeli dan lain sebagainya.

Namun sayangnya, saat ini belum semua orang dengan serius belajar bagaimana melakukan presentasi yang baik. Kegiatan melakukan presentasi masih dianggap sebagai kegiatan supporting  dari skill utama yang kita miliki. Sehingga mereka hanya berharap bahwa skill presentasinya akan membaik seiring berjalannya waktu dan bertambah jam terbangnya.

Memang tidak salah juga jika Anda berpikir seperti itu, karena jam terbang memang menjadi salah satu faktor yang membuat orang pandai melakukan presentasi. Namun bagi Anda yang memang serius ingin meningkatkan karir atau bisnis Anda secepatnya. Maka sepertinya Anda juga perlu serius belajar dan melatih skill presentasi Anda. Dengan begitu Anda bisa mahir presentasi dengan lebih cepat.

Ada banyak tips dan tutorial melakukan presentasi yang baik dan benar yang bisa Anda temukan di internet saat ini. Maka dari itu dalam artikel ini, kami hanya akan membagikan sebuah informasi yang jarang sekali dibahas atau ditekankan dalam tips atau teori presentasi yang baik. Hal-hal berikut ini biasanya dianggap sepele sehingga tidak sungguh-sungguh dijadikan point yang diperhatikan. Padahal ternyata hal hal dibawah ini cukup fatal dalam menentukan keberhasilan presentasi.

5 Hal Yang Sering Disepelekan Saat Melakukan Presentasi Yang Perlu Anda HIndari

Berbekal pengalaman dalam melakukan dan mengamati presentasi orang lain. Berikut adalah 5 hal fatal yang sering disepelekan orang ketika melakukan presentasi :

1. Membelakangi Audiens dan Melihat Slide Terus Menerus

Sadar atau tidak hal ini sering terjadi dan kita lihat, seorang presenter (red: orang yang melakukan presentasi) sibuk dengan dirinya sendiri. Memang ia menjelaskan materi presentasinya dengan panjang lebar hanya saja dia terlalu fokus terhadap materi atau slidenya sehingga membelakangi audiens.

Akibatnya, fokus audiens tidak lagi pada si presenternya namun ikut melihat slide. Hal ini akan membuat audiens cepat merasa bosan mengikuti presentasi, dan informasi yang ingin disampaikan tidak bisa diterima dengan baik.

Entah apakah ia membaca materi dalam slide tersebut, mengarah-ngarahkan pointer atau sekedar sibuk memandang slidenya. Hal ini tidak hanya terjadi ketika si presenter tidak siap dengan materi yang ia sampaikan atau juga mengalami grogi. Terkadang hal ini juga karena kebiasaan. Maka dari itu hal ini perlu kita sadari dan segera perbaiki.

 

2. Desain Slide Yang Membosankan

Teknologi yang ada saat ini sangat membantu kita dalam melakukan presentasi. Pada umumnya kita sudah terbiasa menyiapkan slide presentasi sebagai alat bantu kita melakukan presentasi. Slide presentasi yang menarik bisa menarik perhatian audiens sekaligus membuat mereka lebih mudah mencerna apa yang sedang kita sampaikan.

Sayangnya, tidak semua orang paham bagaimana membuat slide presentasi yang menarik dan bahkan tak sedikit yang menyepelekan desain slide dengan berbagai alasan. Mulai dari tidak bisa desain, tidak ada waktu, atau yang penting pinter ngomongnya aja. Padahal membuat desain yang menarik tidak selalu memerlukan skill desain yang jago-jago banget. Asal memahami esensinya, dengan kemampuan standar pun kita bisa membuat slide yang menarik. Hal ini akan kita bahas lebih luas di lain kesempatan.

 


Baca Juga :

Tips Jago Public Speaking Untuk Karyawan Introvert

5 Langkah Menjadi Orang Yang Disukai di Tempat Kerja


 

3. Tidak Melakukan Interaksi Dengan Audiens

Terkadang entah karena grogi atau malah keasyikan menjelaskan materi kita tidak mempedulikan keberadaan audiens. Kita tidak mencoba untuk menghidupkan suasana dengan berinteraksi dengan audiens. Akibatnya perhatian audiens pun perlahan berkurang dan bahkan tidak memperhatikan kita lagi.

Jika tidak memiliki jokes yang bisa audiens tertawat atau pertanyaan yang bisa mereka jawab. Maka setidaknya berinteraksilah melalui kontak mata. Tataplah mata mereka satu persatu atau dengan menyapu pandangan sehingga mereka merasakan bahwa Anda memang sedang berbicara dengan mereka.

 

4. Pembicaraan Yang Terlalu Melebar

Tidak menguasai materi atau malah justru terlalu percaya diri seringkali menjadi salah satu penyebab kita berbicara terlalu melebar dari topic yang kita bahas. Mungkin audiens masih bisa mengikuti namun jika terlalu melebar mereka akan kesulitan juga untuk menangkap point penting dari apa yang kita sampaikan. Hal ini sangat tidak terasa karena ketika kita melakukan presentasi seolah-olah kita sudah lancar dan mempresentasikan semuanya dengan baik, padahal apa yang kita sampaikan melebar.

Itulah dia 4 hal yang perlu kita hindari saat melakukan presentasi. Semoga Bermanfaat.